Kalibogor - Mahasiswa Giat 16 UNNES Melakukan Sosialisasi Pembuatan Kerajinan Resin Dengan Memanfaatkan Limbah Kopi Kepada Ibu-Ibu PKK Desa Kalibogor

Mahasiswa Giat 16 UNNES Melakukan Sosialisasi Pembuatan Kerajinan Resin Dengan Memanfaatkan Limbah Kopi Kepada Ibu-Ibu PKK Desa Kalibogor

Sosialisasi Pembuatan Gantungan Kunci dari Limbah Kulit Kopi

Dalam program UNNES GIAT 16 mahasiswa UNNES melaksanakan program kerja inovasi desa dengan memanfaatkan limbah kulit kopi menjadi sebuah kerajinan yang kreatif seperti gantungan kunci dan bros. Kegiatan yang dilakukan ini merupakan bentuk dari kepedulian lingkungan sebagai upaya meningkatkan nilai guna dari limbah kulit kopi.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui sosialisasi dan praktik yang ditujukkan kepada ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kalibogor. Melalui kegiatan sosialisasi ini mahasiswa UNNES memberikan materi mengenai pemanfaatan limbah kulit kopi supaya tidak hanya menjadi limbah yang terbuang, namun dapat diolah menjadi sebuah kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.

Dalam melaksanakan sosialisasi mahasiswa UNNES mempraktikan tahapan pembuatan gantungan kunci dan bros dengan menggunakan beberapa bahan yaitu resin, katalis, kulit kopi, ampas kopi, glitter, serta cetakan sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Adapun tahapan pembuatan gantungan kunci diawali dengan menyiapkan kulit kopi yang sudah kering dan bersih sebagai bahan utama, selanjutnya resin dicampurkan dengan katalis sesuai dengan takaran yang diperlukan kemudian aduk secara merata. Campuran resin tersebut selanjutnya dituangkan ke dalam cetakan, lalu masukkan kulit kopi atau ampas kopi ke dalam cetakan sesuai dengan desain yang diinginkan. Untuk menambah daya tarik dapat menambahkan glitter maupun manik-manik sebagai hiasan. Tahapan selanjutnya yaitu pengeringan dibawah sinar matahari selama kurang lebih 2-3 hari tergantung cuaca dan bisa juga menggunakan sinar UV sebagai alat bantu untuk mengeringkan.

Setelah resin mengeras dengan sempurna, hasil cetakan dikeluarkan secara perlahan dari cetakan. Bagian tepi dan permukaan gantungan kunci kemudian dirapikan agar menghasilkan bentuk yang lebih halus dan menarik. Tahap terakhir adalah memasang ring atau pengait gantungan kunci sehingga produk siap digunakan maupun dikembangkan sebagai produk kerajinan yang bernilai jual.

Hasil Inovasi Gantungan Kunci dari Limbah Kulit Kopi

Dengan adanya praktik ini ibu-ibu PKK Desa Kalibogor tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pembuatan gantungan kunci saja tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam mengolah limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat serta dapat membuka peluang usaha baru untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas masyarakat.

Program inovasi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penciptaan peluang UMKM baru, serta SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan limbah kopi secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa UNNES Giat 16 dan masyarakat Desa Kalibogor ini, diharapkan semangat pemanfaatan limbah lokal dapat terus berlanjut secara mandiri. Kedepannya produk kerajinan gantungan kunci dan bros berbahan limbah kopi ini berpotensi dikembangkan menjadi salah satu souvenir khas Desa Kalibogor yang dapat memperkuat identitas serta perekonomian kreatif desa.


Dipost : 28 Agustus 2026 | Dilihat : 4

Share :