Berita Terkini


Mahasiswa GIAT 16 Universitas Negeri Semarang yang ditempatkan di Desa Kalibogor, Kecamatan Sukorejo,Kabupaten Kendal melaksanakan program kerja pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi briket sebagai salah satu upaya mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil observasi selama pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), jagung yang sudah panen di Desa Kalibogor sebagian besar hanya dimanfaatkan bijinya untuk pakan ternak, sedangkan bonggolnya masih belum dimanfaatkan sehingga menjadi limbah yang dibuang begitu saja. Dengan melihat potensi tersebut, mahasiswa UNNES menghadirkan inovasi pengolahan bonggol jagung menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.
Dalam kegiatan KKN, mahasiswa UNNES melaksanakan sosialisasi kepada warga Desa Kalibogor mengenai potensi bonggol jagung sebagai bahan baku briket yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan praktik pembuatan briket. Proses pembuatan briket dimulai dari menjemur bonggol jagung, membakar bonggol hingga menjadi arang, menumbuk arang bonggol jagung sampai halus, penyaringan bubuk arang sebanyak dua kali, membuat perekat dari tepung tapioka, pencetakan dan pengeringan yang dilakukan selama satu sampai tiga hari. Briket yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil.


Pemanfaatan bonggol jagung yang dilakukan tidak hanya mengurangi penumpukan limbah pertanian tetapi juga dapat meningkatkan nilai tambah dari sisa hasil panen jagung yang belum dimanfaatkan secara optimal dengan mengolahnya menjadi produk briket menjadi produk bernilai jual. Inovasi yang dilakukan diharapkan dapat membuka peluang sekaligus mendorong masyarakat untuk mengelola limbah pertanian terutama bonggol jagung menjadi produk yang bermanfaat.
Kegiatan yang dilaksanakan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 9 tentang Infrastruktur dan Inovasi Desa Sesuai Kebutuhan, melalui inovasi yang tepat terhadap pengolahan limbah bonggol jagung menjadi briket yang ramah lingkungan. Selain itu juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 15 Desa Peduli Lingkungan Darat, dengan upaya mengurangi limbah pertanian serta pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Dipost : 28 Agustus 2026 | Dilihat : 2
Share :